Addendum

Posted in blog on 8 April 2009 by titikn0l

Sore ini tepatnya pukul 18:16:45, Dede Hasan Rosadi mengirimkan pesan singkat sebagai berikut:

Ah iyah lupa zhav,bs g postinganmu diedit? Setidaknya jgn pk nama,nglink ja ke id-anime.info dsearch ja da namaku dsana,n dku bkn pmuja narutofan, rputasiny jlk

Jika diartikan dalam bahasa manusia kurang lebih sebagai berikut:

Bapak Azhar, saya hampir lupa memberitahukan sesuatu yang sangat penting kepada bapak. Saya mohon kerendahan hati Bapak untuk mengadakan sedikit perubahan pada postingan Bapak. Sebagai pertimbangan, saya menyarankan untuk tidak mencantumkan nama saya dalam postingan Bapak tersebut, cukup menggunakan tautan ke id-anime.info, silahkan cari nama saya di sana. Dan sebagai informasi tambahan, saya bukan member dari narutofan.com. Menurut informasi, reputasi narutofan.com tidak terlalu baik. Terima kasih atas perhatian Bapak. Terima Kasih

Sekarang saya baru sadar manfaat SMS….

Sori ya De, postinganku ini sebenernya iseng saja. Lagian, tidak yang baca blog ini…. Jadi jangan takut namanya tercemar. Tapi untuk mengakomodir aspirasi kawan kito sikok ni, dengan ini saya menyatakan:
- postingan berjudul Animeholik adalah opini individu semata yang tidak lepas dari kealpaan,
- pemuatan foto tersebut tidak melalui izin tertulis dari model dalam foto tersebut,

Tetep semangat, De….

six millionseventitu Dollar Man Blog

Posted in blog on 8 April 2009 by titikn0l

Setelah postingan tidak penting saya nyangkut di lintas berita dot com, saya dengan congkaknya saya mulai bertanya-tanya sebenarnya sekomersil apakah blog saya ini? Ngeblog juga butuh modal, pak…. minimal mikir apa yang mau ditulis walaupun kenyataannya kalimat-kalimat dalam postingan di blog ini sering terkesan tidak pakai pertimbangan.

Baru-baru ini saya menonton ulasan di tivi X dalam acara XX mengenai kurang lebih intinya “cari uang lewat blog”. Dalam acara itu seorang blogger sebut saja XXX menceritakan kisahnya dalam hal jual-menjual blog (blognya ga beli, modal sendiri). Jadi, dia dibayar untuk setiap referensi terhadap setiap produk, jasa, atau situs yang ia muat dalam blognya. Bayaran yang ia terima tergantung dari kualitas tulisan dan popularitas blognya. Dari penuturannya, penghasilan yang diperoleh dari blognya sekitar USD300 – USD500 perbulan. Angka yang fantastis bagi kaum proletar sepertiku…. Oh, ya, nama stasiun tivi, acara tivi, dan blogger disamarkan untuk melindungi kelemahan ingatanku….

Oh ya, rupanya pegawai negeri seksi sedang dilirik oleh mas-mas penerbit buku dan terancam menjadi terkenal. Zaman sekarang dengan uang apapun dibeli. Blog yang sudah sudah DIGITAL pun bisa diKERTASkan dengan seenaknya. Downgrading.

Hehe, nggak diing. Officially zer0point congratulating PNS. ganbatte kudasai.

Tapi, jangan lupa kodratmu sebagai akuntan (walaupun belum bersertifikat), Id (cuih, seakan-akan dia baca blogku). Tetep konservatis; segera mengakui adanya kerugian dan jangan buru-buru mengakui keuntungan.

Kembali ke soal menggadaikan diri lewat blog, berikut kurang/lebih tips-tips dari blogger XXX:

- harus punya blog, ya iya laaah…. minimal yang gretongan tapi kalo punya domain sendiri akan lebih baik dan tentunya lebih bonafit

- blognya harus populer, semakin populer semakin tinggi nilai jualnya

- tulisannya menganut paham EYD. Kecuali untuk materi tertentu seperti untuk Pramuka pake sandi rumput atau blog khusus untuk penderita autis.

- Pake English lebih baik karena bisa dibaca orang seluruh planet. Kalo yang punya TOEFL pas-pasan ya apa adanya saja.

- tulisannya memenuhi kriteria surat yang baik: singkat, jelas, padat tapi tidak merayap (halah). Namanya juga ngasih referensi, nulis testi, atau promosi produk ya harus bisa dimengerti orang, makna tidak rancu, persuasif, dan lengkap. walaupun begitu, tulisan yang objektif (katanya) lebih disukai.

- Ikut lelang proyek di internet, kalo ga salah situsnya ada bidding-biddingnya gitu namanya. Tanya Mbah Gugel aja…. Kasi contoh tulisan biar yang punya proyek bisa menilai kualitas tulisan kita. Kasi penawaran harga yang rasional, jangan terlalu tinggi padahal tulisan kita kayak bahasa planet Pluto kecuali kalo kita berniat ikut proyek dari vendor yang jual produk khusus untuk penduduk Pluto.

So, this is my opinion confession:

- punya blog, siiih, tapi…. (silahken isi daripada titik-titik tersebut dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan dengan celaan serendah-rendahnya)

- populer?

- EYD? Makanan apaan tuuh?

- Tulisanku tidak fokus, bertele-tele, boros ambiguitas, dan sarat sarkasme

- tentu saja saya nyadar diri…. ga berani masuk ke atmosfer persaingan…. takut hancur karena panas gesekan dengan udara mending tetep melayang di angkasa sana.

Walaupun demikian, dengan semangat empat lima koma lima, saya memberanikan diri naik ke atas timbangan dan mengambil resiko serangan jantung karena menyadari tambunnya diriku… saya mengunjungi situs yang mengobati blogger-blogger yang terkena penyakit sok terkenal sehingga nyadar kalo blognya ga laku.

yap-yap-yap, teretetet….

stimator dot kom

Bukan sulap bukan sihir bukan pula promosi, baru situs ini yang kutemukan.

Dengan bersedih hati kugadaikan nasib titikn0l dalam situs ini….

Tawar-menawar tidak berlangsung lama….

Akhirnya hargapun ditetapkan….
tujuhpuluhdua
Tujuh puluh dua dolar Amerika tidak lebih tidak kurang

Yeaah…. Akhirnya aku mengurungkan niat untuk menjual titik “tanpa puspa” n0l. Mungkin menunggu beberapa tahun lagi sampai harganya naik beberapa ribu kali lipat, atau mungkin malah turun menjadi tidak berharga sama sekali?, atau mungkin kami merasa cocok dan berapa trilion harganyapun tidak akan kujual. Lihat saja nanti.

Animeholik

Posted in Uncategorized with tags , , , on 26 February 2009 by titikn0l

kagebunshin

“Lepaskan aku….”

“Lepaskan aku…,” jiwa ketidakdewasaan berbisik seksi di gendang telingaku.

Keringat dingin mengucur di pelipis, mendinginkan tubuh yang sebetulnya yang belum cukup panas untuk didinginkan, menimbulkan sensasi dingin yang membelit.

Dengan pose-pose yang sudah dipatenkan, tubuhku mulai bereaksi, bersiap untuk mengeluarkan energi potensial yang selama ini tersegel.

Tidak ada kata-kata yang cukup dramatis dan provokatif untuk menggambarkan pancaran aura membunuh iseng dari diriku yang sudah tidak terkendali. Berserk.

Dan…

bapak-bapak dan ibu-ibu, mari sambut pemuja narutofan.com dari klan Triple-X (baca: triplek)

Hahahahahaha…..

*tertawa tanpa dasar hukum*

Serius amat bacanya, bu….

Mohon maaf kepada (sebut saja) Dede Hasan Rosadi, A.Md., pejuang kemerdekaan yang terperangkap di Luwuk sana, dengan isengnya saya unggah fotomu yang tidak bermutu ini tanpa bayar royalti apapun. Bukannya mengkhianati Ikatan Akuntan Indonesia karena tidak mengakui intangible assets, tetapi karena blog saya pun tidak laku dikomersilkan, lagipula saya kan belum jadi Akuntan.

Bolehlah pergi ke dimensi lain, tapi ya mbok tetep kirim kabar, kan ada Kantor Pos atau Tiki atau minimal kirim sepatah dua patah karakter pake telegram.

Sedikit komen dan fakta seputar foto:

- hasil jepretan Nokia 3660 punya Agung, kualitas gambarnya sesederhana kamera VGA-nya;

- Rompinya punyaku looh, warisan Bulik yang dulu kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM), aku potong lengan dan kerahnya dan tidak mengira suatu saat akan disalahgunakan untuk melawan nilai-nilai estetika dengan berfoto seronok. (seronok = gembira, Melayu). Hehe, jadi lebih percaya diri bercita-cita jadi perancang busana.

- ikat kepalanya dimiliki oleh yang bersangkutan, bonus majalah Anime, majalah yang membuat yang bersangkutan sering puasa;

- daya tempur dalam medan pergulatan Photoshopnya sangat jelas levelnya. Haha, merasa lebih kuat…;

Jambi @Nite

Posted in iseng, Khayalan, senyum with tags , , on 12 February 2009 by titikn0l

Kejahatan di kota Jambi sudah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Penegak hukum tidak mampu menangani mafia yang berkuasa atau bahkan kepolisian itu sendiri telah menjadi bagian dari mafia.

Di tengah keputusasaan rakyat karena krisis multidimensi, muncul pahlawan yang beraksi di tengah malam dan menghukum para penjahat. Untuk melindungi identitasnya, dia memakai baju batik (halah…).

Badman Begun

Saksi mata mengatakan, dia sering terlihat bertengger di tempat-tempat tertinggi. Bukan apa-apa, hanya untuk memenuhi tuntutan cerita fiksi heroik. Dengan matanya yang tajam dia mengamati daerah sekitar terutama di daerah yang rawan kejahatan.

Sesekali terlihat di dekat ATM, bukan karena ATM rawan menjadi sasaran pembobolan tetapi karena dia lagi ambil uang untuk beli batik yang baru, masa tiap malam pake batik yang sama.

Sesekali bersembunyi di atas pohon di daerah yang sepi, bukan pula untuk mengintai penjahat tetapi untuk secara diam-diam merekam aksi-aksi muda-mudi yangg sedang berpacaran.

Sesekali bertengger di dekat stadion, tentu saja lagi nonton bola tanpa beli karcis.

Sesekali nongkrong di WC umum, kali ini motifnya tidak perlu dijelaskan.

Belalang Tempur Fall Down

Posted in Asam Garam Kehidupan on 12 February 2009 by titikn0l

Pukul empat kurang seperempat sore, Jambi agak mendung hari ini, kunyalakan Belalang Tempur yang masih sedikit basah karena gerimis beberapa saat yang lalu.

Dengan backsound berdentam-dentam kumelaju menuju kampus. Dengan dresscode hitam putih, kusiapkan mental menghadapi ujian akhir semester, yang selanjutnya disebut UAS, sesi terakhir, mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi yang selanjutnya disebut Sistem. Kalau kulit zebra yang hitam putih sangat berguna untuk mengelabui singa yang buta warna, baju hitam dan celana putih mungkin dimaksudkan untuk memudahkan pengawas ujian mengamati gerak-gerik kami.

Hari gini masih berseragam… Untung seragam yang penuh warna ini (putih = merah + hijau + biru) hanya wajib dipakai ketika menjalani UAS saja. Memang rakyat jelata sepertiku tidak akan bisa mengerti pikiran para pembuat aturan, kenapa mahasiswa harus berseragam ketika UAS?

Setengah perjalanan langit mulai semakin gelap dan butiran-butiran air mulai berjatuhan. Dengan hati-hati kubelokkan Belalang Tempur ke sebuah toko kelantong yang memiliki kanopi. Segera kumeng-up grade armor dengan mantel hujan.

Harusnya juga ganti ban dengan ban khusus lintasan basah sih, cuman ga sempet ke toko penjual ban. Dengan kecepatan rendah kuterobos guyuran hujan Kota Jambi sampai ke kampus tercinta, University of Jambi, yang selanjutnya disebut Unja.

Tumben, kali ini saya tidak terlambat, teman-teman masih bergerombol di dalam ruang kelas dan pengawas belum datang. Saya merasakan ada yang berbeda kali ini, oh ya, intensitas cahaya di ruangan terlalu rendah. Yah, mati lampu lagi….

Dengan jarak pandang terbatas kamipun mengerjakan soal yang disediakan. Tidak seperti dalam dunia penerbangan, resiko terbesar keterbatasan jarak pandang kali ini hanyalah tulisan ancur jadi terlihat sangat rapih. Serasa kembali ke zaman Yunani kuno semasa Dewi Hera mengambil api dari permukaan bumi, kami menjalani UAS dalam kegelapan.

Beberapa saat setelah UAS sekaligus tes kesehatan mata dimulai Adit baru datang dengan celana basah, jaket (yang terlihat seperti) kulit miliknya hanya mampu melindungi tubuh bagian atas. Kemudian disusul beberapa yang lain yang terhambat karena derasnya hujan. Aji datang pas injury time dan berhasil keluar duluan, dunia memang tidak adil.

Tidak seperti di STAN yang langsung DO kalau ketahuan mencontek, di Unja tidak ada sanksi yang tegas terhadap pelaku curang. Alhasil mahasiswa Unja tidak terlatih untuk mengembangkan teknik mencontek di bawah ancaman DO. Dian, di sebelahku terdengar berbisik-bisik keras menyebarkan jawaban, “… satu be, be, dua a, … enam belas ce… persis seperti di buku,” sambil terkikik. Meskipun demikian, jawaban yang keluar terkesan tidak valid. Jangankan buku, catatanpun aku tidak punya, hanya berbekal insting dan gamblinglah aku mengadu nasib.

Setelah ujian kamipun chit-chat di depan kelas, tipikal pergaulan kampus.

Hape bergetar, rupanya ada telepon dari Melawai memberi tahu bahwa kaca mata pesananku sudah jadi dan bisa diambil, merasa jadi pelanggan yang diperhatikan padahal baru pertama kali beli kaca mata di Melawai.

Tiga hari yang lalu….

Setelah menyerbu Solaria dalam rangka merayakan ulang tahun salah satu teman kantor, saya mengantar Aldre ke Melawai, “mau cuci mata,” katanya.

“Cuci mata” di sini tidak sepenuhnya denotasi dan tidak pula bermakna konotatif, dia berniat mencuci lensa kontaknya di Melawai. Tanpa kaca mata, lensa kontak terLIHAT sangat praktis tetapi pasti teRASA merepotkan bagi pemakainya. Karena menunggu lama, saya berkeliling mengamati etalase. Tentu saja kaca mata saya lepaskan dan saya sembunyikan karena bentuknya yang sudah tidak karuan, minder dengan ratusan kaca mata yang dipajang.

Daftar Kekerasan dalam Berkaca Mata saya:
- Jarang dimasukkan ke dalam tempatnya,
- sering kehujanan,
- menggunakan kaos atau kemeja sebagai lap,
- pernah jatuh dan terinjak,
- sering dipakai saat tidur dan ditemukan tertindih badan keesokan harinya,
- dst.

Merasa terintimidasi dengan FRAME yang harganya mencapai tujuh digit, saya berpindah ke strata yang lebih sesuai. Tiba-tiba saya terdorong untuk membeli salah satunya. Dengan pelayanan yang hiperramah, terlalu ramah untuk di Jawa sekalipun, saya akhirnya berhasil membeli sebuah kaca mata baru. Barang bisa diambil maksimal satu minggu kemudian.

Karena masa promo, saya dapat voucher belanja yang langsung dipakai Aldre untuk membeli cairan pembersih lensa kontak. Gaya memang ribet dan mahal.

Setelah mendapat telepon dari mas-mas penjaga Melawai, saya memutuskan untuk segera mengambil kaca mata yang sudah saya pesan tiga hari sebelumnya. Masih ada waktu sebelum masuk waktu maghrib.

Perjalanan kali ini tidak semulus yang dibayangkan. Gerimis mulai turun.

Belum ada satu kilo dari kampus, sebuah mobil Kijang mengerem agak mendadak, motor di belakangnya oleng karena jalan yang basah dan berpasir. Walaupun kecepatan rendah, Belalang Tempur tidak mampu menahan momentum yang terlalu besar dengan gaya gesek yang terlalu kecil. Gaya gravitasi sangat merepotkan, Energi Potensial gravitasi berubah menjadi Energi Kinetik menghempaskan saya ke aspal yang basah. Armor berupa celana kantoran tidak mampu menahan lutut dan terkoyak menyisakan lecet. Sarung tangan berlogo Desa Konoha saya berhasil melindungi telapak tangan dari lecet-lecet yang merepotkan.

Serasa Valentino Rassi, saya segera bangkit dari pose-pose seksi yang tidak perlu dan berusaha membantu bapak pengendara motor yang nasibnya tidak lebih baik daripada saya. Anaknya yang membonceng terlihat terkejut dan meringis karena lecet-lecet.

Tidak ada korban dengan luka serius dalam kejadian ini. Kamipun berpisah ke tujuan masing-masing. Sebelum sampai ke rumah, sama mampir apotik untuk membeli Betadyne dan Hansaplast.

Yeah… satu lagi celana saya bolong. Belalang Tempur harus ke bengkel juga…

Proyek

Posted in Uncategorized on 1 February 2009 by titikn0l

Hiatus dulu ya. Lagi ada proyek besar,ni.

Weak End

Posted in Uncategorized with tags , , , on 24 December 2008 by titikn0l

Sabtu pagi sangat membosankan. Jumat kemarin saya sudah seharian hibernasi karena sedikit malfungsi prosesor yang menyebabkan kinerja dan konsentrasi menurun drastis, suhu tubuh tidak optimal, dan lidah menjadi tidak berperasaan (orang normal menyebutnya meriang).

Dengan sisa-sisa kekuatan saya bangkit dari keterpurukan dan segera berdandan dengan makeup seadanya dan bertolak menuju tempat yang paling rasional dikunjungi pada akhir pekan.

Kantor seperti biasa tampak megah di antara lahan kosong di sekitarnya dan tampak lebih hidup dibandingkan area pekuburan di sebelahnya. Beberapa oknum menjalankan aktivitas yang tidak mencurigakan seperti: satpam dengan pakaian hitam-hitam dan nametagnya berjaga di tempat yang biasa, beberapa utusan dari pemda kabupaten xxx sedang berdiskusi mengenai hasil pemeriksaan dengan tim pemeriksa, pegawai bagian umum sedang menyelesaikan peer administrasinya, beberapa terlelap di kamar mes setelah semalaman ber-PS ria atau main domino, dan seorang (yang mengaku) blogger tidur di mushola.

Sekitar pukul satu WIB saya terbangun, lumayan terlelap sekitar satu jam, lapar akut.

Pilihan selanjutnya:

( ) melanjutkan online di dunia mimpi, kepala masih berat;

( ) berkelana mencari makan siang, perut memang belum seratus persen pulih dari mual-mual, tetapi kebutuhan akan glukosa adalah segalanya;

( ) kedua-duanya;

( ) tidak dua-duanya;

Akhirnya diputuskan untuk mengagendakan makan siang dan tidur siang secara berurutan.

Rupanya tidak semua sesuai rencana ketika seorang teman (yang belum lama bangun dari tidur karena kelelahan bertarung di atas joystick PS semalaman) mengingatkan saya kalau ada tambahan kuliah pukul satu ini. Sayang sekali saya tidak punya manajer yang selalu mengingatkan saya mengenai jadwal saya hari ini, dengan siapa saya harus bertemu, dan akhirnya pada suatu saat menggelapkan uang hasil jerih payah saya sampai akhirnya saya harus menuntutnya di pengadilan dan saya dituntut balik karena mencemarkan nama baik.

Sekarang saatnya serius.

Menguap di kelas sangatlah memalukan tetapi semenjak adanya isu kebebasan berpendapat, aktivitas manusiawi ini tidak perlu terlalu ditutup-tutupi. Tentu saja dengan semangat anti global-warming, mulut tetap harus ditutup.

Ada yang menarik kali ini. Krisis global tidak hanya bikin bu Sri Mulyani dkk sakit kepala serta para petani sawit jadi lebih sering mengunjungi RSJ tetapi juga membuat standar akuntansi berubah dan ujung-ujungnya mahasiswa akuntansi jadi lebih tertekan.

Detil jalannya perkuliahan seperti berapa kali saya menguap, siapa saja yang terlambat, suhu udara dan kelembaban ruangan, dll tidak perlu saya ceritakan.

Akhirnya saya sudah berkumpul kembali dengan para jomblo-jomblo kantor. Sunset, suasana yang sangat romantis bagi sepasang kekasih menjadi fenomena yang biasa bagi sekumpulan pemuda lajang seperti kami.

Hot issue kali ini adalah apa yang dilakukan malam minggu ini.

“Malem Minggu anak muda kok main game…,” begitulah kami menghina diri sendiri.

Belalang Tempur

Posted in iseng with tags , , , on 2 December 2008 by titikn0l

Sumber Kekukatan telah Diambil

Keterangan gambar:
- Ini adalah dari arah kanan-depan Belalang Tempur
- Kendaraan di jambi sudah umum memakai “BH”
- Serpent Orb telah hilang dari tempatnya, meninggalkan lingkaran kosong di depan
- Tampak beberapa goresan, merupakan akibat dari pertempuran-pertempuran

Berenang Sambil Minum Kaporit

Posted in Asam Garam Kehidupan, iseng, senyum with tags , , , , on 1 December 2008 by titikn0l

Hari ini saya mengalami kejadian memalukan, setidaknya memalukan bagi diriku sendiri.

Untuk kebugaran, saya mengagendakan Minggu pagi untuk berenang. Tidak sekeren yang dibayangkan sih, masih belajar, jadi cukup mangkal di pinggiran dan sekali-kali mencoba untuk berenang beberapa meter. Tidak terlalu memalukan karena memang yang betul-betul bisa berenang dan melakukan meraton bolak-balik dari ujung ke ujung hanya beberapa orang.

Dari sekian sedikit yang terlihat mahir berenang, sebagian besar di antaranya adalah warga negara keturunan Tionghoa yang sudah cukup berumur. Begitulah, bangsa sendiri yang mengaku negara maritim kalah dengan orang dari gurun Gobi sana

Seperti di Glodog, di antara mereka bahasa yang sering digunakan adalah bahasa Mandarin. Pembicaraan mereka terlihat serius, terlalu serius untuk sebuah cengkerama di dalam kolam renang, mungkin saja mereka membicarakan bisnis atau setidaknya rencana besar. Para pejabat pribumi biasanya membicarakan kesepakatan bisnis atau hal-hal besar lainnya di sebuah kafe atau ruang karaoke, paradoks memang. Kami-kami, cukuplah membicarakan bahasan yang ringan dan menyenangkan seperti tema-tema yang sering diusung acara infotainmen – information-entertainment; informasi yang sifatnya menghibur.

Beberapa pengunjung wanita juga tampak. Biasanya yang pandai berenang datang sendiri dan tentu saja untuk berenang. Saya yang masih level novice ini minder untuk mendekati. Pengunjung wanita lain adalah korban bujukan dari pacar mereka sendiri. Betapa bodohnya pasangan mereka, bukannya melindungi hak-hak dan kehormatan kaum perempuan, malah membawa mereka untuk dijadikan tontonan bagi puluhan laki-laki pengunjung kolam renang lainnya – FYI: di Jambi juga ada kolam renang yang khusus wanita kok. Kalo yang begini, saya takut mendekati karena selalu dekat dengan pacar mereka. Beberapa pengunjung wanita adalah ibu-ibu yang mengajari anak balita mereka untuk berenang. Nah, yang begini cukup menarik perhatian karena bukannya saya suka ibu-ibu ataupun anak kecil tetapi karena ada teknik-teknik berenang yang bisa diperoleh secara gratis.

Kejadian yang saya maksud tidak terjadi di kolam renang ataupun berhubungan dengan masalah renang.

Di antara beberapa kolam renang di Kota Jambi, kolam renang milik Pemprov Jambi ini layak dipertimbangkan. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangannya. Tiket masuknya sangatlah murah. Rp4.100,00 untuk kolam prestasi (kolam besar berukuran 100m x 50m bisa untuk tempat perlombaan) dan Rp7.100,00 untuk kolam rekreasi (waterboom gitulah, cuman saranannya masih minim, saya belum pernah masuk). Rp100,00 adalah asuransi. Bandingkan dengan kolam renang yang lain dengan tarif 10 – 20 ribuan. Untuk sekedar berendam saja tidak perlu tempat yang elit-elit amat, toh dulu saya biasa mandi di kali. Untuk kualitas air belum diteliti lebih lanjut. Ana rega ana rupa (dengan huruf a dibaca seperti huruf o pada kata “orang”), ada harga ada kualitas, asumsi yang cukup rasional. Pada kenyatannya selama ini kulit saya baik-baik saja, toh dulu saya biasa mandi di kali.

Target penerimaan dari penjulan tiket untuk tahun 2008 adalah Rp1,5M. Dengan harga tiket rata-rata Rp5.500,00, berarti dalam setahun kolam renang ini harus menjaring 270 ribu pengunjung atau 5 ribu perminggu. Angka yang tidak realistis. Jika ada penghasilan tambahan seperti penjualan tiket ketika ada pertandingan renang antarkabupaten/antarkecamatan, ada yang sewa khusus untuk pertandingan polo air, atau ada yang berniat untuk merayakan resepsi pernikahan dengan menggelar pesta kolam renang mungkin dapa membantu. Karena saya tidak berniat untuk jadi kepala daerah, saya kira saya tidak perlu berfikir sejauh itu lagi pula para pembaca yang budiman sudah mulai bosan dengan blog ini.

Saya datang pagi-pagi berharap cuaca belum terlalu panas dan pengunjung belum terlalu banyak. Antrian tiket tidak behitu panjang hanya ada dua motor di depan saya. Saya merogoh saku celana, ternyata ada uang Rp26.000,00, cukup untuk beli tiket dan sarapan, masih ada sisa Rp21.900,00. Segera melaju ke tempat parkir.

Tempat parkir yang tersedia dibuat dengan desain minimalis, maksudnya minim sarana. Alih-alih secure parking, yang ada adalah dua orang penjaga berpakaian sipil membawa karcis parkir dan baki plastik untuk meletakkan uang hasil penjualan karcis parkir. Rp1.000,00 adalah tarif pasaran tidak resmi untuk sekali parkir. Setelah menyerahkan selembar uang ribuan, petugas parkir menyerahkan selembar karcis yang ditulisi nomor plat motor saya. Sudah mirip secure parking lah.

Cari tempat parkir yang terdekat dengan pintu masuk untuk menghemat waktu keluar masuk tempat parkir. Ruang kosong terdekat terlihat, dengan gerakan hati-hati saya melajukan kendaraan secukupnya. Sebenarnya tempat itu hanya satu meter dari pintu masuk. Dengan satu gerakan saya menyelipkan Belalang Tempur (disingkat BT, biar lebih keren jadi BT-X), partner saya dalam hal kebut-kebutan, di antara dua motor pengunjung. “Krak,” bunyi yang sangat ganjil ketika mengerem. Rupanya ujung stang sebelah kanan mengenai spion motor sebelah, mematahkannya sampai patah.

“Kayaknya memang sebelumnya sudah rusak tuh,” keluar begitu saja dari mulut saya untuk meredam situasi, sangat politis.

Celakanya ada dua orang saksi yaitu petugas parkir. Kalo tidak ada yang melihat mungkin saya langsung kabur dan meletakkan BT-X di tempat lain, sungguh pikiran seorang oportunis. Untuk menunjukan itikad baik saya berpesan kepada petugas parkir tadi kalo yang punya motor tanya bilang saja pelakunya pemilik Jupiter Z ini sambil menunjuk BT-X dan pergi menuju kolam renang.

Harga spion saya Rp25.000,00 sepasang dan masih bagus, bolehlah buat ganti yang saya rusakkan tadi. Kalopun diminta uang, saya masih punya Rp20.900,00, cukup untuk mengganti spion bulukan yang tersenggol dikit saja langsung patah. Kesimpulannya, quick ratio saya masih tinggi.

Selama berenang saya mengira-ngira apa yang terjadi apabila pemilik motor yang spionnya saya patahkan tadi selesai berenang dan ketika kembali menemukan spion motornya sudah dalam keadaan yang mengenaskan dan inilah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

a. Dia akan melakukan pembalasan setimpal dengan mematahkan spion punya saya;

b. ia akan menunggu saya keluar untuk kemudian adu argumentasi dan akhirnya minta ganti rugi;

c. ia akan mengucap kalimat istirja dan mendoakan saya dengan doa yang baik;

d. ia akan mencatat plat nomor saya dan merencanakan untuk melancarkan tenung malam Jumat berikutnya;

e. ia dengan berbesar hati menganggap kejadian ini adalah kecelakaan normal yang dapat kapanpun terjadi kapanpun-di manapun pada zaman edan ini dan melupakannya dengan sabar;

f. ia segera menanyakan ciri-ciri saya kepada penjaga parkir dan mencari saya di kolam renang untuk kemudian diajak duel sebagai berikut:

(1) duel tangan kosong, so sexy,

(2) lomba berenang, saya pasti kalah,

(3) adu panco, mending saya kasih uang saja,

(4) adu tembak, dilarang,

(5) duel kartu kegelapan, susunan dek saya masih kacau,

(6) duel pokemon, sudah lama tidak dilatih, skill masih rendah,

(7) dan duel-duel yang lain,

kemudian saya dipermalukan di depan seluruh pengunjung kolam renang, segenap penjaga kolam renang, dan gadis-gadis abg berpakaian ketat-basah. Langit terlihat sudah mulai gelap siap untuk melancarkan hujan batu atau petir untuk menyiksa blogger-blogger yang terlalu banyak mengkhayal.

Semua kemungkinan harus diantisipasi jadi saya mulai berenang dan menyisakan sedikit energi untuk duel nanti.

Sampai saya selesai berenang, tidak ada penggilan apapun dari bagian informasi karena memang tidak ada fasilitas pelayanan informasi seperti ketika ada anak kecil yang tersesat di tengah kolam dan bingung mencari ibunya cukuplah diumumkan ibu si anu mohon ke bagian informasi bla bla bla.

“Panggilan-panggilan kepada pemilik kendaraan bermotor roda dua nomor sekian sekian harap menuju ke tempat parkir karena puing-puing motornya menghalangi kendaraan lain yang akan parkir,” begitulah kira-kira panggilan yang ditujukan kepadaku.

BT-X terlihat baik-baik saja. Petugas parkirpun tidak berkomentar apa-apa. Barang bukti sebuah motor yang spion kirinya patah sudah tidak tampak lagi. Sayapun enggan bertanya pada penjaga parkir. Dengan gerakan seadanya saya meninggalkan komplek kolam renang dan menuju ke tempat sarapan terdekat.

Setelah sarapan saya menuju tempat cuci motor, sudah lama BT-X tidak mandi, paling cuma cuci muka sama sikat gigi. Daki-daki di sela-sela mesin sudah sangat tebal. Di tempat cucian itulah baru saya sadar ternyata logo Yamaha berupa lingkaran selebar sebuah uang logam Rp500,00 dan senilai pasar seratus kali uang logam Rp500,00 di bagian depan sudah raib.

Pantesan dari tadi BT-X diam saja. Logo itu sebenarnya adalah potongan All Spark yang menghidupkan planet Cybertron dan melahirkan para Autobot dan Decepticon. Potongan kecil, yang diukir logo sebuah perusahaan sepeda motor untuk menyamarkannya, yang menghidupkan sebuah sepeda motor biasa menjadi robot biomekanik super canggih yang sangat perkasa. DAlam keadaan genting BT-X dapat bertransformasi menjadi sebuah robot pintar dan mulai membantuku membuat laporan atau menjadi lawan main game.

Semua kemampuan super itu sudah hilang, tidak ada lagi serangan Mega Thunder Beam sebagai senjata pamungkas ketika monster lawan sudah lemah – sebuah ending yang fantastis, tidak ada lagi kecepatan hipersonik ketika berangkat kantor. Lebih parah lagi, tanpa identitas itu, BT-X tidaklah beda dengan motor-motor cina yang memiliki casing yang sangat mirip. Sedihnya. Kemudian tiba-tiba debu radio aktif jatuh dari langit dan membinasakan seluruh blogger pengkhayal di muka bumi.

Padahal saya sudah bersyukur menemukan sosok yang dengan sabarnya melakukan opsi c atau e di atas. Ternyata saya salah, saya telah dikhianati oleh sinetro-sinetron religius dengan tokoh utama yang begitu sempurna. Memang susah menemukan orang dewasa di tengah zaman yang hanya berisi politik dan bisnis ini.

===

-Expanded Material-

Perlakuan akuntansi untuk kejadian ini:

#1 Akui kerugian dan hapuskan aset yang hilang.

Beban ganti rugi Rp20.000,00 (sebesar harga spion yang dirusakkan)
Protest Fee Rp30.000,00
Suku cadang kendaraan Rp50.000,00

#2 Laporkan dalam Laporan Rugi-Laba, letakkan pada bagian Extraordinary Item.

Kartun Tidak Hanya untuk Anak Kecil

Posted in Uncategorized with tags , , on 1 December 2008 by titikn0l

Pada saat itu saya masih kelas lima SD. Duduk di dekat bekas sumur di halaman sekolah. Sumurnya sudah lama sekali tidak digunakan entah semenjak kapan sebelum saya bersekolah di situ. Bukan karena kering dan bukan karena sumurnya angker tetapi karena teknologi pompa air sudah mulai masuk ke desa kami.

Tidak jauh dari situ ada sebuah pohon beringin. Belum terlalu besar dan menjadi salah satu pohon angker tetapi sudah cukup merepotkan petugas kebersihan dengan daunnya yang selalu berguguran. Sering juga kami duduk-duduk di bawahnya saat istirahat.

Ada satu pertanyaan yang muncul di benak waktu itu. Satu pertanyaan sederhana yang hanya muncul sekali. Pertanyaan yang sangat tidak penting, tidak material, tidak signifikan, dan apapun istilahnya; hanya blogger putus asa yang berniat membahasnya.

Saya tahun depan naik kelas enam, sebentar lagi menempuh Ebtanas, evaluasi tahap AKHIR yang sifatnya NASIONAL, bukan hal remeh, sebuah pembuktian kedewasaan dan salah satu hal yang akan dikenang seumur hidup. Dengan kompetensi yang seelit itu, apakah saya akan tetap menyukai menonton film kartun?

Doraemon, He-Man, G-Force, Voltron, Candy-candy, Hela Heli Helo, dan Satria Nusantara adalah sederetan kartun bergengsi pada zaman itu. TVRI masih menjalin persatuan dan kesatuan, RCTI dan SCTV masih menjadi barang langka, dan saluran-saluran TV swasta masih menayangkan Dunia dalam Berita setiap pukul sembilan malam, film-film perjuangan setiap peringatan hari besar nasional, dan lagu Indonesia Raya setiap pagi.

Dan ternyata sampai saat blog ini dipublikasikan secara lokal (sebenarnya bisa diakses secara bebas oleh masyarakat dunia tetapi kenyataannya sepi pengunjung – saya sempat berpikir untuk mendwibahasakan blog aneh ini tapi terbentur hasil TOEFL-ku yang sangat jelek karena saya memandang English sebagai native language – haha garing ya) saya masih memasukkan berbagai judul film kartun (beberapa orang menyebutnya anime – (mungkin) kata Jepang gaul untuk menyerap kata animation) dalam daftar tontonan saya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.