Kartun Tidak Hanya untuk Anak Kecil

Pada saat itu saya masih kelas lima SD. Duduk di dekat bekas sumur di halaman sekolah. Sumurnya sudah lama sekali tidak digunakan entah semenjak kapan sebelum saya bersekolah di situ. Bukan karena kering dan bukan karena sumurnya angker tetapi karena teknologi pompa air sudah mulai masuk ke desa kami.

Tidak jauh dari situ ada sebuah pohon beringin. Belum terlalu besar dan menjadi salah satu pohon angker tetapi sudah cukup merepotkan petugas kebersihan dengan daunnya yang selalu berguguran. Sering juga kami duduk-duduk di bawahnya saat istirahat.

Ada satu pertanyaan yang muncul di benak waktu itu. Satu pertanyaan sederhana yang hanya muncul sekali. Pertanyaan yang sangat tidak penting, tidak material, tidak signifikan, dan apapun istilahnya; hanya blogger putus asa yang berniat membahasnya.

Saya tahun depan naik kelas enam, sebentar lagi menempuh Ebtanas, evaluasi tahap AKHIR yang sifatnya NASIONAL, bukan hal remeh, sebuah pembuktian kedewasaan dan salah satu hal yang akan dikenang seumur hidup. Dengan kompetensi yang seelit itu, apakah saya akan tetap menyukai menonton film kartun?

Doraemon, He-Man, G-Force, Voltron, Candy-candy, Hela Heli Helo, dan Satria Nusantara adalah sederetan kartun bergengsi pada zaman itu. TVRI masih menjalin persatuan dan kesatuan, RCTI dan SCTV masih menjadi barang langka, dan saluran-saluran TV swasta masih menayangkan Dunia dalam Berita setiap pukul sembilan malam, film-film perjuangan setiap peringatan hari besar nasional, dan lagu Indonesia Raya setiap pagi.

Dan ternyata sampai saat blog ini dipublikasikan secara lokal (sebenarnya bisa diakses secara bebas oleh masyarakat dunia tetapi kenyataannya sepi pengunjung – saya sempat berpikir untuk mendwibahasakan blog aneh ini tapi terbentur hasil TOEFL-ku yang sangat jelek karena saya memandang English sebagai native language – haha garing ya) saya masih memasukkan berbagai judul film kartun (beberapa orang menyebutnya anime – (mungkin) kata Jepang gaul untuk menyerap kata animation) dalam daftar tontonan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.